Tempat Nyantrinya Calon Pengusaha Muslim
Yayasan Pondok Pesantren Al Mumtaz adalah Islamic Boarding School berbasis entrepreneur dan tahfidz. Sejak 2008, kami menemani keluarga menumbuhkan anak yang kuat agamanya, terampil tangannya, dan siap berdikari di dunia nyata.
- 2008Mulai merintis di Banguntapan
- 14Tahun mengasuh santri
- 509Santri aktif
- 16Unit usaha santri
- 2Kampus & 2 panti asuhan
Berawal dari Tiga Kamar Berukuran 2 × 3 Meter
Tidak ada gedung megah di awal kami. Yang ada hanya satu keyakinan sederhana: anak-anak desa berhak mendapat pendidikan agama yang sungguh-sungguh — sekaligus keterampilan untuk hidup.
Tahun 2008, di Desa Banguntapan, Bantul, Pondok Pesantren Al Mumtaz dimulai dari tiga kamar kecil berukuran 2 × 3 meter dengan dinding triplek, tanpa jendela dan tanpa ventilasi. Satu kamar dipakai pengasuh, sisanya untuk dua santri putra dan dapur. Empat santri putri bahkan harus dititipkan di rumah tetangga, sementara kegiatan mengaji berlangsung di mushola darurat di samping kamar.
Tahun 2012 menjadi titik balik. Berkat tanah wakaf seluas 3.000 m² dari Ibu Endang (Bantul) di Jl. Jogja–Wonosari KM 25, Kerjan, Beji, Patuk, Gunungkidul, pondok diresmikan pada 15 Juli 2012 oleh Kakanwil Kemenag Gunungkidul, Drs. Masdjuri, mewakili Kakanwil Kemenag DIY. Kampus Patuk kemudian menjadi pusat koordinasi seluruh Pondok Pesantren Al Mumtaz.
Hari ini kampus utama kami menempati lahan 8.000 m² (0,8 hektar) dan menaungi 509 santri aktif — yang datang bukan hanya dari DI Yogyakarta dan Jawa Tengah, tetapi juga dari Bali, Kalimantan, dan Sumatera.
-
2008
Perintisan di Banguntapan, Bantul
Tiga kamar berukuran 2 × 3 meter, mushola darurat, dan santri pertama yang dititipkan ke rumah tetangga.
-
2012
MA Al Mumtaz Plus, Madrasah Diniyah & Panti Asuhan Amalunnajah
Lembaga formal pertama berdiri, disusul pendidikan diniyah dan layanan sosial bagi anak yatim.
-
2012
Peresmian pondok di Gunungkidul
15 Juli 2012 — diresmikan Kakanwil Kemenag Gunungkidul, Drs. Masdjuri, mewakili Kakanwil Kemenag DIY. Kampus Patuk menjadi pusat koordinasi.
-
2013
Raudhatul Athfal (RA/TK)
Fondasi adab dan pengenalan kebesaran Allah bagi anak usia dini.
-
2014
Madrasah Tsanawiyah (MTs)
Penguatan keilmuan Islam, kedisiplinan ibadah, dan pengenalan keterampilan pra-vokasi.
-
2015
Madrasah Ibtidaiyah (MI)
Melengkapi rantai pendidikan formal dari RA hingga MA dalam satu lingkungan pesantren.
-
2017
Koperasi Konsumen Al Mumtaz Jaya Sejahtera
13 Desember 2017 — badan usaha resmi pesantren, awal dari ekosistem 16 unit usaha.
-
2020
Koperasi Konsumen Syariah Ponpes Al Mumtaz
22 Desember 2020 — perubahan anggaran dasar menjadi koperasi berbasis syariah.
-
2026
Harlah ke-14
Empat belas tahun mengasuh santri — dari enam anak di tiga kamar menjadi 509 santri di dua kampus.
Pesantren Tumbuh dari Keteladanan, Bukan Brosur
Dua orang yang memulai semuanya — dan sampai hari ini masih mengasuh langsung santri-santri Al Mumtaz.
KH. Mohamad Khoeron Marzuki, S.Ag
“Santri tidak hanya mengaji, tetapi juga berwirausaha. Bangsa ini dikatakan maju jika banyak pengusahanya.”
Lahir di Blitar, 7 Februari 1972. Mengasuh pondok dengan pola pendidikan Salafiyah Haditsiyah yang bermanajemen modern dan peduli lingkungan.
Ibu Nyai Hj. Zudiyati Ulfa, S.Sos.I
Merintis pondok bersama Abah Kyai sejak tiga kamar pertama di Banguntapan pada 2008, dan masih membina santri Al Mumtaz sampai hari ini.
Bergelar Sarjana Sosial Islam (S.Sos.I) dan tercatat ikut merintis pondok sejak masa awal berdirinya.
-
PEMBINA
KH. Khoeron Marzuki
Dewan Pembina Yayasan sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren Al Mumtaz.
-
KETUA
Afiq Elazis Amali
Ketua Yayasan Pondok Pesantren Al Mumtaz — juga Direktur Keasramaan dan Lembaga Pendidikan Madrasah Aliyah.
-
DIREKTUR
Faiq Annafi Najihi
Direktur Lembaga Pendidikan Pondok Pesantren Al Mumtaz.
-
PEMBINA
M. Nadziif Masykur, M.Pd
Dewan Pembina Lembaga Pendidikan Pondok Pesantren Al Mumtaz.
-
BUMP
Dena Heratamtama
Direktur BUMP — membina unit usaha pesantren yang menjadi tempat santri berlatih keterampilan.
Susunan pengurus dikutip dari dokumen brosur PPDB TP 2025/2026.
Setiap santri baru diajari mencangkul lebih dulu, sebelum menyentuh mesin produksi atau buku usaha. Bagi Abah Kyai, kalau seseorang mau mencangkul, ia akan mau mengerjakan pekerjaan apa pun — dan di situlah kemandirian dimulai.
Santri Al Mumtaz tidak hanya mengaji, tetapi juga berwirausaha — sebab bangsa ini dikatakan maju jika banyak pengusahanya. Setiap santri baru diajari mencangkul lebih dulu: kalau seseorang mau mencangkul, ia akan mau mengerjakan pekerjaan apa pun. Di situlah kemandirian dimulai.
Tujuan Kami: Li-I’laai Kalimatillah
Visi, misi, dan tujuan resmi yayasan — lalu lima komitmen harian yang bisa Anda periksa sendiri di kampus kami.
Terwujudnya pendidikan yang TUNTAS MANDIRI — Taqwa, Unggul, Nasionalis, Tangguh, Amanah, Shalih, Shalihah, dan Mandiri.
Cita-cita di baliknya: menjadi lembaga pendidikan Islam yang maju, bonafit, favorit, dan membanggakan — dengan pola Salafiyah Haditsiyah, manajemen modern, dan peduli lingkungan.
-
MISI
Mengembangkan pendidikan Islami yang berkualitas, meningkatkan prestasi, memupuk persatuan, cinta tanah air, dan kepribadian Islami.
Rumusan resmi yayasan dalam dokumen PPDB. Empat kata kuncinya: berkualitas, berprestasi, bersatu, dan cinta tanah air.
-
TUJUAN
Membentuk kader muslim yang memiliki pemahaman agama yang mendalam, proaktif, dan mampu menjadi agen perubahan positif dalam menghadapi perkembangan zaman.
Bukan sekadar lulus — tetapi siap menjadi pembawa perubahan di masyarakat.
-
01
Menyelenggarakan pendidikan agama dan umum secara terpadu
Kurikulum Kementerian Agama berjalan seiring kajian kitab kuning dan tahfidzul Qur’an — bukan dua dunia yang dipisah.
-
02
Membentuk karakter dari tiga ruang sekaligus
Masjid, kelas, dan asrama. Karakter tidak diajarkan hanya di satu jam pelajaran, tetapi dibiasakan sepanjang hari.
-
03
Membiasakan santri dekat dengan Al-Qur’an
Hafalan dengan metode Annahdiyah, disertai kajian kitab kuning (qiroatul kutub) dan pembiasaan ibadah sunnah.
-
04
Menumbuhkan kemandirian ekonomi yang nyata
Santri belajar vokasi dan kewirausahaan dengan praktik sungguh-sungguh — tata boga, tata busana, sampai pemasaran produk sendiri.
-
05
Menjaga pengasuhan yang aman, bersih, dan ramah anak
Pendampingan 24 jam oleh musyrif dan musyrifah, sanitasi terpelihara, serta komitmen tanpa toleransi terhadap perundungan.
Bukan Sekadar Menambah Jam Pelajaran
Sembilan prinsip pembelajaran kami pegang. Enam di antaranya paling sering ditanyakan Bapak/Ibu ketika berkunjung ke pondok.
Karakter dibentuk dari tiga ruang
Masjid untuk ruh, kelas untuk nalar, asrama untuk kebiasaan. Ketiganya berjalan bersamaan setiap hari — bukan bergantian menurut jadwal.
Santri belajar lebih banyak daripada guru mengajar
Pembelajaran berpusat pada anak. Guru lebih banyak mendampingi dan menantang daripada berceramah satu arah di depan kelas.
Belajar mandiri dari semua arah
Sumber belajar bukan hanya guru: kitab, lingkungan, unit usaha, dan teman sebaya semuanya bagian dari pelajaran.
Learn how to learn
Yang kami latih bukan hanya isi pelajaran, tetapi cara anak mempelajari hal baru sepanjang hidupnya — keterampilan yang tetap berguna setelah lulus.
Learning by teaching
Santri yang sudah paham diminta mengajari temannya. Cara ini membuat pemahaman jauh lebih melekat daripada hanya menghafal untuk ujian.
Mapel di luar ujian ditempuh lewat sistem test out & SKS
Hanya mata pelajaran UN dan UAMBN yang diujikan secara normal. Sisanya lewat test out & SKS, sehingga beban belajar santri lebih ringan dan waktunya bisa dipakai untuk tahfidz serta vokasi.
Untuk pendekatan Al-Qur’an kami memakai metode Annahdiyah — dipilih karena cocok untuk santri yang datang dengan latar bacaan yang berbeda-beda.
Pembinaan nasyid dan qiro’ah dibimbing langsung oleh Munsyid Nasional dan Qari Nasional, bukan hanya oleh pembina internal pondok.
Satu Kata untuk Semua yang Kami Tuju
TUNTAS MANDIRI bukan singkatan untuk dihafal, melainkan arah pembinaan yang dijalankan setiap hari — di kelas, di masjid, di asrama, dan di unit usaha.
-
T
Taqwa
Akidah yang lurus dan ibadah yang terjaga — fondasi sebelum yang lain. Rumusan resmi: meningkatkan kesadaran dan pemahaman tentang taqwa, serta mengembangkan budaya taqwa dalam masyarakat pesantren untuk mencapai kebahagiaan dan keselamatan di dunia dan akhirat.
-
U
Unggul
Berprestasi di bidangnya, bukan sekadar ikut serta. Rumusan resmi: mengembangkan kemampuan dan keterampilan untuk mencapai prestasi akademik yang tinggi, sehingga menjadi lulusan yang unggul dan terdepan.
-
N
Nasionalis
Cinta tanah air dan bangga menjadi bagian dari bangsa ini. Rumusan resmi: memiliki rasa cinta, bangga, dan setia kepada negara dan bangsa, serta berusaha memajukan dan membela kepentingan nasional.
-
T
Tangguh
Tidak mudah menyerah ketika pekerjaan atau pelajaran terasa berat. Rumusan resmi: memiliki kemampuan menghadapi dan mengatasi tantangan, kesulitan, dan tekanan dengan kuat dan tidak mudah menyerah.
-
A
Amanah
Jujur dan dapat dipercaya — termasuk ketika tidak ada yang mengawasi. Rumusan resmi: menjalankan tanggung jawab sebagai pendidik atau pelajar dengan jujur, adil, dan bertanggung jawab, serta mempercayakan ilmu pengetahuan dan kemampuan kepada generasi berikutnya.
-
S
Shalih, Shalihah
Berakhlak mulia dalam pergaulan sehari-hari. Rumusan resmi: memiliki iman, takwa, dan akhlak yang mulia, serta menjalankan perintah Allah SWT dengan taat dan istiqomah.
-
M
Mandiri
Siap berdikari — mampu mengurus diri sendiri dan mencari nafkah halal. Rumusan resmi: memiliki tanggung jawab, jujur, serta percaya diri.
Tujuh nilai ini dibina serentak di empat ruang: kelas untuk nalar, masjid untuk ruh, asrama untuk karakter, dan unit usaha untuk keterampilan. Itulah sebabnya kami menyebutnya TUNTAS — bukan karena cepat, tetapi karena tidak dikerjakan setengah-setengah. Rumusan resmi ketujuh nilai di atas dikutip dari dokumen brosur PPDB TP 2025/2026.
Aman, Bersih, dan Diasuh 24 Jam
Kekhawatiran terbesar orang tua biasanya bukan soal nilai, melainkan soal keamanan dan kenyamanan anak. Bagian ini kami tulis untuk menjawabnya secara terbuka.
Pondok Ramah Anak
Disiplin dijalankan secara edukatif, bukan lewat hukuman fisik. Pengawasan asrama berjalan 24 jam oleh musyrif dan musyrifah, dengan komitmen tanpa toleransi terhadap perundungan.
Pendampingan & Konseling
Kami mendampingi orang tua pada kasus yang paling sering dikeluhkan: anak yang kecanduan gawai, game, dan media sosial.
Asupan & Kesehatan
Konsumsi santri dijaga sehat dan proporsional untuk menunjang tumbuh kembang serta konsentrasi belajar, dengan sanitasi kampus yang terpelihara setiap hari.
Seperti Apa Harinya di Al Mumtaz
Tidak semuanya bisa dijelaskan dengan angka. Ini gambaran keseharian santri — dari kelas RA sampai laboratorium digital.
Semua Ini Bisa Anda Periksa
Nomor induk dan status akreditasi di bawah ini terdaftar di Kementerian Agama dan Kemendikdasmen. Silakan telusuri sendiri di laman resminya.
| Lembaga | NPSN | Akreditasi |
|---|---|---|
| MAS Al Mumtaz Plus NSM 131234030006 | 60728795 | A |
| MTsS Al Mumtaz Gunungkidul | 69927598 | B |
| MIS Al-Mumtaz NSM 111234030069 | 69983934 | B |
| RA Al-Mumtaz Beji Patuk | 69958135 | Belum terakreditasi |
Akreditasi belum menjadi satu-satunya ukuran bagi kami. Sejak awal, yang kami jaga adalah dua hal: ijazah formal yang diakui negara, dan adab yang melekat pada anak Anda setelah lulus.
Kekuatan Sosial
- Dua panti asuhan Panti Asuhan Miftahunnajah di Banguntapan dan Panti Asuhan Amalunnajah di Gunungkidul — keduanya bagian dari yayasan, bukan program terpisah.
- Beasiswa anak yatim & dhuafa Tersedia jalur beasiswa, termasuk program Sanpro bagi keluarga yang kurang mampu namun memiliki anak berpotensi.
- Zakat, infaq & shodaqoh Disalurkan melalui Panti Asuhan Miftahunnajah (0274) 451-795.
- Kanal resmi yang aktif YouTube @almumtazzofficial dengan 8,6 rb+ pelanggan, dan rating 4,7 dari 51 ulasan di Google Maps untuk Kampus Banguntapan.
Dua Kampus, Satu Yayasan
Kampus Gunungkidul adalah Pusat sekaligus rumah seluruh lembaga formal kami. Kampus Banguntapan adalah kampus tertua — tempat semuanya dimulai pada 2008.
Al Mumtaz Gunungkidul
- Alamat
- Jl. Jogja–Wonosari KM 25, Kerjan RT 02 RW 01, Beji, Kec. Patuk, Kab. Gunungkidul, DIY 55862
- Telepon
- (0274) 290-1151
- 0811-2950-430 — Admin Pendaftaran
- Lembaga
- RA/TK, MI, MTs, MA Al Mumtaz Plus, dan Madrasah Diniyah
- Fasilitas
- Masjid, asrama, aula, laboratorium komputer & IPA, perpustakaan, WEIPA, BLK Komunitas, Green House
- Luas
- 8.000 m² (0,8 hektar), tanah wakaf sejak 2012
Al Mumtaz Banguntapan
- Alamat
- Jl. Ringroad Timur, Pranti, Wonocatur, Kel. Banguntapan, Kec. Banguntapan, Kab. Bantul, DIY 55198
- Layanan MA
- 0811-2950-0431 — Admin 2
- Layanan MTs
- 0811-2950-0432 — Admin 3
- Asrama Putri
- 0811-2950-0437 — Admin 4
- Asrama Putra
- 0811-2950-0438 — Admin 5
- Di dalamnya
- Pondok asrama, Panti Asuhan Miftahunnajah, dan MA Al Mumtaz (sementara)
- Panti Asuhan
- Menerima zakat, infaq & shodaqoh — (0274) 451-795
- Penilaian
- 4,7 dari 51 ulasan di Google Maps
Mari Berkenalan Lebih Dekat
Kami senang menjawab pertanyaan Bapak/Ibu — termasuk yang terasa sepele, seperti menu makan harian, jadwal kunjungan, atau cara kami menangani anak yang sulit beradaptasi di pekan pertama. Silakan bertanya dulu, silaturahmi tidak harus langsung mendaftar.
